Online Analytical Processing (OLAP)
A. Pengertian
Online Analytical Processing, atau disingkat OLAP adalah metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat, yaitu desain dari aplikasi dan teknologi yang kompleks dan dapat mengoleksi, menyimpan, memanipulasi suatu analisis data multidimensi yang bervolume besar untuk tujuan analisis. Data yang disajikan biasanya merupakan suatu fungsi agregasi seperti summary, max, min, average dan lain-lain.
Online Analytical Processing, atau disingkat OLAP adalah metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat, yaitu desain dari aplikasi dan teknologi yang kompleks dan dapat mengoleksi, menyimpan, memanipulasi suatu analisis data multidimensi yang bervolume besar untuk tujuan analisis. Data yang disajikan biasanya merupakan suatu fungsi agregasi seperti summary, max, min, average dan lain-lain.
B.
karakteristik
Adapun karakteristik
dari OLAP, yaitu:
- Mengijinkan user melihat data dari sudut pandang logical dan multidimensional pada data warehouse
- Memfasilitasi query yang komplek dan analisa bagi user
- Mengijinkan user melakukan drill down untuk menampilkan data pada level yang lebih detail atau roll up untuk agregasi dari satu dimensi atau beberapa dimensi
- Menyediakan proses kalkulasi dan perbandingan data
- Menampilkan hasil dalam bentuk number termasuk dalam tabel dan grafik
- Menggunakan teknik analisa data Multidimensional
- Menyediakan dukungan database tingkat lanjut
- Menyediakan cara pakai yang mudah dan User Interface yang mudah dipahami
C.
Operasi OLAP
OLAP dikenal memiliki banyak keunggulan dalam pengolahan data.
Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, userakan mendapatkan informasi yang
diinginkan dengan berbagai format dengan mudah. Berikut adalah operasi-operasi
yang terdapat pada OLAP yang merupakan keunggulan dalam proses analisa OLAP [J.
Han & M. Kamber, 2006 : 123] :
1. Pivoting
Pivoting adalah kemampuan OLAP untuk mengubah berbagai sudut
pandang data. Dengan operasi ini perubahan perspektif sudut pandang menjadi
lebih mudah. Rotasi dapat dilakukan dengan memutar masing masing sumbu dari
cube yang dikehendaki untuk menampilkan data dari berbagai sudut pandang.
2. Slicing
dan Dicing
Operasi slicing dan dicing merupakan kemampuan OLAP untuk
melakukan pemilihan subset pada suatu data. Proses slicing adalah proses
pemotongan data pada cube berdasarkan nilai pada satu atau beberapa dimensi.
Sedangkan dicing adalah pemotongan hasil slicing menjadi bagian subset data
yang lebih kecil.
3. Drill Down
dan Consolidation
Operasi ini merupakan proses agregasi data. Proses drill down
adalah proses penampilan data dalam bentuk yang lebih detail. Proses
pendetailan ini berdasarkan konsep hirarki data yang telah terformat
sebelumnya. Kebalikannya yaitu consolidation yaitu penggabungan atau penyatuan
data ke dalam level yang lebih tinggi.
D.
Tahap Pengolahan Data
Tahapan pengolahan data dengan aplikasi OLAP melalui beberapa
proses sebagai berikut :
1. Tahap Pengumpulan Data
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan
kegiatan yang ada. Setiap data yang dibutuhkan harus dimasukkan ke dalam computer
untuk di proses.
a. Tahap Extraction
Pada tahap ini dilakukan pemilihan data yang digunakan dalam
pembuatan analisa. Pemilihan dilakukan terhadap data yang sudah dikumpulkan
dari tahap pengumpulan data. Data yang ada pada database OLTP tidak digunakan
semua melainkan hanya yang diperlukan untuk keperluan analisa saja.
b. Tahap Transformation
Transformasi data merupakan tahap penyesuaian data yang sudah
diekstrak agar kompatibel dengan data analisa yang dibangun.
c. Tahap Loading
Proses loading yaitu memasukkan data ke dalam aplikasi menggunakan RDBMS SQL Server 2008. Proses
loading dilakukan dengan menggunakan fasilitas Export Data yang terdapat pada
SQL Server 2008.
2. Perancangan Cube
Dalam perancangan OLAP, cube merupakan salah satu cara untuk
menampilkan data secara multidimensional yang nantinya data dalam cube tersebut
yang akan menjadi bahan untuk analisis. Langkah-langkah dalam pembuatan cube
sebagai berikut :
1. Pembuatan Tabel Fakta
Dalam makalah ini tabel fakta yang dibuat yaitu tabel penjualan.
Dalam makalah ini tabel fakta yang dibuat yaitu tabel penjualan.
2. Pembuatan Tabel Dimensi
Dari tabel fakta di atas dapat ditentukan tabel-tabel dimensi yang
berhubungan,.
3. Pembuatan Skema OLAP
Saya
menemukan contoh proses pengolahan data yang menggunakan aplikasi OLAPCUBE dari
website https://kautsarsophan.wordpress.com/2013/01/13/olap-olapcube/
Langkah umum
untuk menggunakan olapcube adalah:
- Setting datasource database datawarehouse.
- Pilih tabel data yang akan di akses
- Menentukan dimensi
- Menentukan data yang akan di hitung / di ukur / measur
- Build cube /membangun cube
Saya
lampirkan contoh proses pengolahan data menggunakan OLAPCOBE
a. Setting datasource
Langkah
- Jalankan olapcube. Muncul halaman untuk memilih datasource kita. Dalam contoh ini yang akan di gunakan adalah database access, jadi access di pilih sesuai dengan gambar berikut
- Selanjutnya, pilih file msAccess yang berfungsi sebagai sumber data, dan pilih tabel yang akan di sajikan, seperti pada gambar berikut
- Struktur tabel yang kita pilih akan tampil beserta data yang tersimpan dalam tabel tersebut.
b. Menentukan Dimensi
Langkah
berikutnya adalah menentukan dimensi. Dimensi ini akan menentukan filtering
data yang akan kita pakai. Dimensi juga bisa kita susun secara hirarki. Langkah
- Pilih field dimensi yang akan di tampilkan. Yang dipilih adalah “item data dimensi”, bukan kode. Sebagai contoh, ada dimensi nama proyek yang di ambil dari kolom nm_proyek di tabel Proyek. Klik nm_proyek, dan klik “New Dimension”, maka dimensi yang kita buat akan muncul di tab Dimensions, seperti pada gambar berikut
- Nama dimensi bisa kita “rename” sesuai dengan kebutuhan kita
- Masukkan dimensi lainnya, dalam kasus di atas saya memasukkan dimensi jenis tagihan, nama vendor, dan tanggal hutang, sehingga dimensi yang di definisikan tampak pada gambar berikut
- Dalam contoh gambar di atas, ada 4 dimensi yang di gunakan, yaitu dimensi jenis tagihan, dimensi proyek, dimensi vendor, dan dimensi tglHutang. Pada dimensi tanggal hutang, di buat hirarki, yaitu berdasarkan tahun, dan berdasarkan tahun-bulan
c. Menentukan Measure
Measure
adalah data yang akan kita analisa atau kita ukur. Dalam contoh di atas, kita
akan menganalisa data Hutang Kotor.
Langkah
- Klik field yang akan kita analisa, dan klik ‘New Measure’, seperti pada gambar berikut
- Sehingga di tab measures akan muncul seperti pada gambar berikut
d.
Build Cube









Tidak ada komentar:
Posting Komentar